Selasa, 31 Mei 2011

kaskus hot lounge Kisah Neil Amstrong masuk islam setelah Mendengar Suara Adzan di permukaan Bulan

Suara Adzan di Bulan
Apr 5th, 2010 by Fakhruzzaini S.HI, M.HI, posted in Uncategorized,
Adzan adalah suatu panggilan kepada umat Islam untuk melaksanakan shalat fardhu lima waktu sehari-semalam. Adzan merupakan salah satu dari beberapa syi’ar Islam. Apabila di suatu tempat terdengar suara adzan, maka ini menunjukkan di tempat itu ada sekumpulan orang Islam. Namun, pada sebagian adat masyarakat Islam, adzan tidak hanya dipakai untuk memberitahukan masuk waktu shalat, tetapi juga dilantunkan ketika menguburkan orang islam yang meninggal dunia dan dilantunkan pula ketika seseorang mau keluar rumah untuk berangkat ibadah haji. Yang jelas, adzan merupakan salah satu sarana untuk membesarkan agama Islam di muka bumi atau bahkan ke seluruh alam semesta.


<>Sebuah berita mengejutkan datang dari surat kabar Malaysia yang menyebutkan bahwa seorang Astronot Amerika terkenal bernama Neil Armstrong menyatakan diri masuk Islam. Armstrong adalah orang yang pertama kali menginjakkan kaki di bulan. Berita tersebut disebarluaskan oleh berbagai surat kabar di dunia. Dalam surat kabar tersebut dikatakan bahwa negara Mesir berada di belakang masuk Islamnya astronot Amerika itu. Cerita ini berawal sejak kembalinya Armstrong dari perjalanan pertamanya ke bulan. Ia melakukan kunjungan ke Kairo ibukota Mesir dalam rangka kunjungannya ke seluruh dunia. Pada saat Armstrong sedang berjalan-jalan di perkampungan rakyat Kairo, ia mendengar suara adzan Zhuhur dari salah satu masjid di sana. Tiba-tiba, ia menjadi lemas dan bertanya di tengah keterkejutannya itu tentang suara yang didengarnya. Salah seorang guide (pemandu) yang bingung melihat tamunya lunglai seperti itu menjawab bahwa itu adalah suara adzan yang mengingatkan kepada orang-orang Islam untuk melakukan shalat lima waktu. Setelah menerima penjelasan tersebut, astronot itu tidak menjawab sepatah kata pun.

Setelah beberapa hari di Kairo, laksana bom meledak yang tidak dapat ditahan, ia mengumumkan kepada orang-orang yang berada di sekitarnya dengan terus terang tanpa ada keraguan sedikit pun bahwa kalimat-kalimat dalam adzan seperti itu pernah didengarnya sendiri ketika ia menginjakkan kakinya di bulan pertama kali. Maka, sekembalinya ke Amerika, ia menekuni pelajaran agama Islam dengan serius untuk mengenali ajaran-ajaran Islam secara terperinci, dan akhirnya ia menyatakan masuk Islam. Akibat mengumumkan bahwa dirinya masuk agama Islam, ia dipecat dari pekerjaannya di Pusat Penelitian Angkasa Amerika Serikat. Akan tetapi, dengan gagah dan penuh percaya diri ia mengatakan, “Aku kehilangan pekerjaanku, tetapi aku menemukan Allah.”

Inilah lafal adzan dan terjemahnya:

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar (2X) : اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah (2X) : أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله

Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah (2X) : أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ الله

Mari menuju shalat (2X) : حَيَّ عَلَى الصَّلاَة

Mari menuju kemenangan (2X) : حَيَّ عَلَى الْفَلاَح

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar (1X) : اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ

Tidak ada tuhan selain Allah (1X) : لاَ اِلهَ اِلاَّ الله

Berita ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama universal untuk seluruh alam, yang salah satu syi’arnya telah menembus lapisan-lapisan atmosfir, yaitu adzan yang selalu didengungkan oleh umat Islam setiap saat. Kejadian seperti itu sungguh membingungkan para ilmuan dan membuat orang yang beriman semakin bertambah imannya. Fenomena seperti ini membuat ilmu pengetahuan modern semakin kecil, dan pada saat itu pula Islam membuktikan kemukjizatannya yang besar, dan merupakan tantangan yang berani untuk semua orang yang tidak mau mengakui kebenaran dan kebesaran Islam di alam semesta.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ARTIKEL LAIN

Spoiler for artikel:
Neil Armstrong adalah orang pertama yang mendarat di bulan. Neil pergi ke bulan menggunakan pesawat ruang angkasa USA bernama Apollo, bersama rekannya Buzz Aldrin. Pergi ke bulan merupakan hal yang amat menakjubkan bagi Neil. Saat-saat masa keberhasilannya itu, tak pernah ia lupakan.
Sampai akhrinya 30 Tahun berlalu,
Saat itu neil memutusk…an untuk mengambil cuti kepada pihak NASA. Ia menghabiskan liburannya dengan berwisata ke Mesir. Ini kali pertama ia mengunjungi Kairo,atau pertama kalinya ia mengunjungi sebuah negeri Islam dalam rangka berwisata mencari hiburan dan mengembalikankesegaran setelah penat menghadapi rutinitas pekerjaan.
Beralih ke Mesir, akhirnya neil bersama wisatawan lain sampailah ke sebuah hotel yang terletak di tengah kota Kairo. Setelah beres mengurus registrasi, dengan tertatih dia pergi menuju kamarnya untuk beristirahat setelah letih menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Amerika menuju Kairo. Dan ketika dia berbaring di ranjang, tiba-tiba terdengarlah kumandang adzan…
Allahuakbar….. Allahuakbar…..
Ketika mendengar seruan itu, ia berpikir bahwa ini bukan pertama kali ia mendengar seruan seperti ini. Neil berpikir keras dimana dia pernah mendengarnya sebelumnya? Neil terus berusaha mengingat, tetapi dia tetap tidakmampu menemukan jawabannya.
Kemudian ia duduk, berdiri dan berjalan menuju kamar kecil, kemudian pergi mengambil makanan fast food sebelum turun untuk makan malam di lantai dasar.
Di ruang makan ketika dia sedang mengunyah sisa makanannya sambil ngobrol bersama dua orang temannya, kembali terdengar kumandang adzan dari salah satu menara mesjid yang banyak tersebar di Kairo, ia pun lantas terdiam, mencoba menyimak & menghayati lantunan kalimat-kalimat adzan yang didengarnya.
Kemudian dia berseru memanggil salah seorang pelayan yang ada disana & bertanya dengan bahasa inggris, “apakah kamu bisa berbahasa inggris?”
Si pelayan menjawab, “bisa sedikit tuan.”
Neil tersenyum & berkata, “seruan apa yg barusan tadi terdengar?”
Pelayan tadi menjawab, “maaf saya tidak mengerti maksud tuan.”
Neil berisyarat mengumandangkan adzan dengan terbata terbata, “Allahu akbar… Allahu akbar.”
Pelayan kemudian berkata, “itu panggilan untuk sholat, panggilan kepada seluruh kaum muslimin untuk pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat yg dilakukan lima kali sehari.”
Neil pun mengucapkan terima kasih atas penjelasannya. Kemudian dia melanjutkan makan malamnya dengan duduk diam tanpa berkata apapun. Tiba-tiba ia bangkit dan meninggalkan teman-temannya lalu naik menuju kamarnya sambil berpikir, “pasti aku mendengarnya di salah satu film yg pernah aku tonton”. Sejenak dia berhenti berpikir, “ataupun mungkin di tempat lain?”.
“Ah tidak, bukan di film, aku mendengarnya dgn telingaku sendiri menggema di udara, tetapi dimana?” Sampai dia beranjak tidur pernyataan ini masih berputar di kepalanya. Ketika fajar menyingsing, Neil terbangun oleh suara adzan yang kembali berkumandang membelah angkasa :
Allahu akbar………Allahu Akbar………
Dia pun segera bangkit, duduk di tepi ranjang seraya mengerahkan segenap perhatiannya untuk mendengarkan suara itu, bersamaan dengan berakhirnya kumandang adzan, Neil teringat kembali bayangan tiga puluh tahun silam yang masa itu merupakan masa gemilang dalam hidupnya. Ketika itu dia mengendarai pesawat luar angkasa milik USA , Apollo, yg merupakan pesawat pertama dalam sejarah yg mampu mendarat di bulan. Tiba-tiba ia sadar bahwa “Ya, disanalah aku mendengar seruan ini untuk pertama kalinya dalam hidupku.” ungkapnya.
Kemudian dia berseru dalam bahasa inggris tanpa sadar, “Wahai Tuhan yang Maha Suci, Ya Tuhan, benar aku ingat bahwa disanalah, dipermukaan bulan itu aku dengar seruan itu untuk pertama kalinya dalam hidupku, dan disini, di Kairo, aku mendengarnya di bumi.”
Kemudian dia membaca sesuatu dan berusaha untuk kembali tidur, tetapi dia tidak bisa, diambilnya sebuah buku dari dalam tasnya dan mulai membacanya untuk merintang waktu hingga pagi menjelang, dia membaca tetapi pikirannya melayang entah kemana dan dia sama sekali tidak mengerti isi buku yang dibacannya.
Dalam hati dia berharap untuk mendengar lagi seruan itu. Hingga pagi dia membaca seperti itu dengan harapan akan kembali mendengar suara adzan, tetapi seruan yang ditunggu tidak kunjung terdengar.
Akirnya dia bangkit dan pergi ke kamar kecil dan mencuci mukanya, dengan cepat ia turun ke ruang makan untuk sarapan. Setelah itu dia pergi bersama sekelompok wisatawan untuk berkeliling, sementara itu seluruh panca ineranya dia pasang untuk menantikan saat dimana dia akan kembali mendengar lantunan seruan yang menggugahnya itu. Dia ingin meyakinkan dirinya sebelum memberitahukan wisatawan yang lain akan hal penting ini.
Kemudian rombongannya memasuki sebuah Museum Fir’aun dan di saat itu ia kembali mendengar kumandang adzan yang mengalun merdu dengan irama yang indah dari sebuah pengeras suara di museum. Neil meninggalkan rombongannya dan berdiri disamping pengeras suara itu sambil memperhatikan dengan seksama, di pertengahan adzan dia berseru memanggil temannya, “ hei, kesini, dengarkan seruan ini”.
Teman-temannya datang menghampiri dengan heran. Ketika salah seorang kelihatan akan berbicara, Neil memberi isyarat kepadanya agar diam dan mendengarkan seruan itu. Barulah setelah adzan selesai, Neil bertanya kepada mereka, “apakah kalian mendengarnya?”
“ya”, jawab mereka.
“tahukah kalian dimana aku pernah mendengarnya sebelum ini? Aku mendengarnya di permukaan bulan pada tahun 1969.”
Berserulah teman dekatnya, “Mr. Armstrong, mari kita kesana untuk bicara sebentar.” Kemudian mereka berdua pergi ke salah satu sudut & mulai bercakap-cakap tentang perasaannya yang aneh.
Tak lama kemudian Neil meninggalkan rombongannya dan mencegat taxi untuk pulang ke hotel, diwajahnya terlihat kemarahan dan emosi yg berkecamuk. “Bagaimana mungkin dia berkata bahwa aku mengada-ada dan aku telah gila?” pikirnya.
Neil berdiri di kamarnya selama dua jam sambil berbaring di atas ranjang sambil menunggu-nunggu suara adzan kembali, dan saat itu terdengarlah adzan Ashar.
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Neil bangkit dari posisinya, berdiri lalu membuka jendela dan untuk kesekian kalinya memperhatikan seruan itu, kemudian dia berseru, “tidak,aku belum gila, aku tidak gila, aku bersumpah demi Tuhan bahwa inilah yang aku dengar di permukaan bulan.”
Neil turun ke ruang makan agak terlambat agar tidak bertemu dengan temannya.
Sampailah ketika hari liburnya berakhir, Neil beserta wisatawan lain akan pulang ke Amerika….
Neil sengaja menghindari semua teman-teman seperjalannya, hingga mereka kembali ke Amerika.
Di Amerika Neil berusaha mendalami agama Islam, disaat itu ia mulai tertarik dengan Islam. Akhirnya, beberapa bulan kemudian, ia mengumumkan keislamannya, dan mengungkapkannya dalam suatu wawancara bahwa ia menyatakan masuk islam karena dia telah mendengar kumandang adzan dengan telinganya sendiri di permukaan bulan.
Asyhadu an laa ilaaha illallaah…
Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah…
Tetapi tak lama kemudian datanglah sepucuk surat dari NASA, berisi keputusan tentang pemecatannya dari pekerjaannya. Pendeknya NASA berlepas diri dan tidak mau membantu astronot yang pertama mendarat di bulan itu, karena dia menyatakan diri masuk Islam, dan menyangkal tentang terdengarnya adzan di permukaan bulan.
Neil Armstrong berseru dalam sebuah majalah mempertanyakan pertanggung jawaban mereka perihal keputusan pemecatannya, “Memang aku kehilangan pekerjaanku, tetapi aku menemukan Allah”

================================================== ========
wah wah , gag disangka ya , keajaiban ada dimana mana
================================================== ========

minta :cendolbig::cendolbig:
sumber in my blog : Rifz Blog