Minggu, 06 November 2011

AKU Ingin MAMA Kembali

Sebuah kisah teladan dari negeri China

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27
Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.

Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya.

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan ijeksi/suntikan kepada pasiennya.

Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab
apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun
tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup
untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta
sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.

Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.

Pencarian

CiNTA AyAH

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,

Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..

cinta ayah 2Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu……

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:

“Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..

Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

oleh:

Ferdy Ian

Jumat, 04 November 2011

FAKTA LAKI2 & PEREMPUAN


PIDATO MENAKJUBKAN ANAK BERUSIA 12 TAHUN DI RUANG SIDANG PBB

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,

seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental

Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri

untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah

lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,

dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah

pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa

pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga

bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai

ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan

tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental

Children Organization.

Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12

dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,

Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk

bisa datang kesini sejauh 5000 mil untuk memberitahukan pada anda

sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di

sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan

masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum

atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi

semua generasi yg akan datang.

Saya berada di sini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia

yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat

yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan

habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena

berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena

saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa

tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.

Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu

persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar

binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan

burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal

tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini

ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap

bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua

pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki

semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa

anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.

Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai

asalnya.

Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang

telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di

tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak

tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota

perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah

ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi

- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua

adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih

dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi

udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan

tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita

semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu

untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak

ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami

membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.

Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi

dengan mereka yang memerlukan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk

kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan

dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda,

komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami

menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah

satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku

kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan

makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih

sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,

bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih

begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia

sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan

yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari

anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak

yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau

pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua

uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat

kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa

indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk

berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan

orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang

kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk

berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang

anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda

melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah

yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua

seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan

mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang

terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari

segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut

kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda

semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena

perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu” .

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.

Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya

menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi

PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya

dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang

yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan

yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri

karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan

isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju

berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.

Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh

asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak

yang berusia 12 tahun “

Sumber: Unik.Us

Kamis, 03 November 2011

kENANGAN..

Andai kenangan terbuat dari batu,
tentu ku pukulkan godam hingga luluh menjadi debu...
Andai kenangan tersusun dari api,
pasti q guyurkan air hingga musnah tak kembali......
Andai kenangan terbentuk dari kain,
mungkin sudah ku cabik menjadi perca.......
Tapi mungkinkah kenangan ku tepiskan???
Bukankah manusia tanpa kenangan bagai tubuh tanpa ingatan?????

Selasa, 27 September 2011

tRUe FrIEnD

A friend is a treasure,
A friend is some one we turn to, when our spirits need a lift
A friend is someone we treasure for our friendship is a gift
A friend is some one who fills our lives with beauty,joy, and grace.
and make the world we live in, a better and happier place.
\(>,<\)\(>,<\) Friend give you smile, but true friend gives you happiness
Friend will lie about you, but true friend won't tell your weakness
Friend knives your back, but true friend will slog your face
Thousand friends come when you're happy, but only one true friend comes when you cry
Friend comes when he needs you, but true friend comes when you need him
Friend leaves when everybody does, but true friend comes when everybody leaves
Friend comes and leaves, but true friend is yours forever....... copy.com

Selasa, 31 Mei 2011

kaskus hot lounge Kisah Neil Amstrong masuk islam setelah Mendengar Suara Adzan di permukaan Bulan

Suara Adzan di Bulan
Apr 5th, 2010 by Fakhruzzaini S.HI, M.HI, posted in Uncategorized,
Adzan adalah suatu panggilan kepada umat Islam untuk melaksanakan shalat fardhu lima waktu sehari-semalam. Adzan merupakan salah satu dari beberapa syi’ar Islam. Apabila di suatu tempat terdengar suara adzan, maka ini menunjukkan di tempat itu ada sekumpulan orang Islam. Namun, pada sebagian adat masyarakat Islam, adzan tidak hanya dipakai untuk memberitahukan masuk waktu shalat, tetapi juga dilantunkan ketika menguburkan orang islam yang meninggal dunia dan dilantunkan pula ketika seseorang mau keluar rumah untuk berangkat ibadah haji. Yang jelas, adzan merupakan salah satu sarana untuk membesarkan agama Islam di muka bumi atau bahkan ke seluruh alam semesta.


<>Sebuah berita mengejutkan datang dari surat kabar Malaysia yang menyebutkan bahwa seorang Astronot Amerika terkenal bernama Neil Armstrong menyatakan diri masuk Islam. Armstrong adalah orang yang pertama kali menginjakkan kaki di bulan. Berita tersebut disebarluaskan oleh berbagai surat kabar di dunia. Dalam surat kabar tersebut dikatakan bahwa negara Mesir berada di belakang masuk Islamnya astronot Amerika itu. Cerita ini berawal sejak kembalinya Armstrong dari perjalanan pertamanya ke bulan. Ia melakukan kunjungan ke Kairo ibukota Mesir dalam rangka kunjungannya ke seluruh dunia. Pada saat Armstrong sedang berjalan-jalan di perkampungan rakyat Kairo, ia mendengar suara adzan Zhuhur dari salah satu masjid di sana. Tiba-tiba, ia menjadi lemas dan bertanya di tengah keterkejutannya itu tentang suara yang didengarnya. Salah seorang guide (pemandu) yang bingung melihat tamunya lunglai seperti itu menjawab bahwa itu adalah suara adzan yang mengingatkan kepada orang-orang Islam untuk melakukan shalat lima waktu. Setelah menerima penjelasan tersebut, astronot itu tidak menjawab sepatah kata pun.

Setelah beberapa hari di Kairo, laksana bom meledak yang tidak dapat ditahan, ia mengumumkan kepada orang-orang yang berada di sekitarnya dengan terus terang tanpa ada keraguan sedikit pun bahwa kalimat-kalimat dalam adzan seperti itu pernah didengarnya sendiri ketika ia menginjakkan kakinya di bulan pertama kali. Maka, sekembalinya ke Amerika, ia menekuni pelajaran agama Islam dengan serius untuk mengenali ajaran-ajaran Islam secara terperinci, dan akhirnya ia menyatakan masuk Islam. Akibat mengumumkan bahwa dirinya masuk agama Islam, ia dipecat dari pekerjaannya di Pusat Penelitian Angkasa Amerika Serikat. Akan tetapi, dengan gagah dan penuh percaya diri ia mengatakan, “Aku kehilangan pekerjaanku, tetapi aku menemukan Allah.”

Inilah lafal adzan dan terjemahnya:

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar (2X) : اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah (2X) : أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله

Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah (2X) : أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ الله

Mari menuju shalat (2X) : حَيَّ عَلَى الصَّلاَة

Mari menuju kemenangan (2X) : حَيَّ عَلَى الْفَلاَح

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar (1X) : اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ

Tidak ada tuhan selain Allah (1X) : لاَ اِلهَ اِلاَّ الله

Berita ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama universal untuk seluruh alam, yang salah satu syi’arnya telah menembus lapisan-lapisan atmosfir, yaitu adzan yang selalu didengungkan oleh umat Islam setiap saat. Kejadian seperti itu sungguh membingungkan para ilmuan dan membuat orang yang beriman semakin bertambah imannya. Fenomena seperti ini membuat ilmu pengetahuan modern semakin kecil, dan pada saat itu pula Islam membuktikan kemukjizatannya yang besar, dan merupakan tantangan yang berani untuk semua orang yang tidak mau mengakui kebenaran dan kebesaran Islam di alam semesta.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ARTIKEL LAIN

Spoiler for artikel:
Neil Armstrong adalah orang pertama yang mendarat di bulan. Neil pergi ke bulan menggunakan pesawat ruang angkasa USA bernama Apollo, bersama rekannya Buzz Aldrin. Pergi ke bulan merupakan hal yang amat menakjubkan bagi Neil. Saat-saat masa keberhasilannya itu, tak pernah ia lupakan.
Sampai akhrinya 30 Tahun berlalu,
Saat itu neil memutusk…an untuk mengambil cuti kepada pihak NASA. Ia menghabiskan liburannya dengan berwisata ke Mesir. Ini kali pertama ia mengunjungi Kairo,atau pertama kalinya ia mengunjungi sebuah negeri Islam dalam rangka berwisata mencari hiburan dan mengembalikankesegaran setelah penat menghadapi rutinitas pekerjaan.
Beralih ke Mesir, akhirnya neil bersama wisatawan lain sampailah ke sebuah hotel yang terletak di tengah kota Kairo. Setelah beres mengurus registrasi, dengan tertatih dia pergi menuju kamarnya untuk beristirahat setelah letih menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Amerika menuju Kairo. Dan ketika dia berbaring di ranjang, tiba-tiba terdengarlah kumandang adzan…
Allahuakbar….. Allahuakbar…..
Ketika mendengar seruan itu, ia berpikir bahwa ini bukan pertama kali ia mendengar seruan seperti ini. Neil berpikir keras dimana dia pernah mendengarnya sebelumnya? Neil terus berusaha mengingat, tetapi dia tetap tidakmampu menemukan jawabannya.
Kemudian ia duduk, berdiri dan berjalan menuju kamar kecil, kemudian pergi mengambil makanan fast food sebelum turun untuk makan malam di lantai dasar.
Di ruang makan ketika dia sedang mengunyah sisa makanannya sambil ngobrol bersama dua orang temannya, kembali terdengar kumandang adzan dari salah satu menara mesjid yang banyak tersebar di Kairo, ia pun lantas terdiam, mencoba menyimak & menghayati lantunan kalimat-kalimat adzan yang didengarnya.
Kemudian dia berseru memanggil salah seorang pelayan yang ada disana & bertanya dengan bahasa inggris, “apakah kamu bisa berbahasa inggris?”
Si pelayan menjawab, “bisa sedikit tuan.”
Neil tersenyum & berkata, “seruan apa yg barusan tadi terdengar?”
Pelayan tadi menjawab, “maaf saya tidak mengerti maksud tuan.”
Neil berisyarat mengumandangkan adzan dengan terbata terbata, “Allahu akbar… Allahu akbar.”
Pelayan kemudian berkata, “itu panggilan untuk sholat, panggilan kepada seluruh kaum muslimin untuk pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat yg dilakukan lima kali sehari.”
Neil pun mengucapkan terima kasih atas penjelasannya. Kemudian dia melanjutkan makan malamnya dengan duduk diam tanpa berkata apapun. Tiba-tiba ia bangkit dan meninggalkan teman-temannya lalu naik menuju kamarnya sambil berpikir, “pasti aku mendengarnya di salah satu film yg pernah aku tonton”. Sejenak dia berhenti berpikir, “ataupun mungkin di tempat lain?”.
“Ah tidak, bukan di film, aku mendengarnya dgn telingaku sendiri menggema di udara, tetapi dimana?” Sampai dia beranjak tidur pernyataan ini masih berputar di kepalanya. Ketika fajar menyingsing, Neil terbangun oleh suara adzan yang kembali berkumandang membelah angkasa :
Allahu akbar………Allahu Akbar………
Dia pun segera bangkit, duduk di tepi ranjang seraya mengerahkan segenap perhatiannya untuk mendengarkan suara itu, bersamaan dengan berakhirnya kumandang adzan, Neil teringat kembali bayangan tiga puluh tahun silam yang masa itu merupakan masa gemilang dalam hidupnya. Ketika itu dia mengendarai pesawat luar angkasa milik USA , Apollo, yg merupakan pesawat pertama dalam sejarah yg mampu mendarat di bulan. Tiba-tiba ia sadar bahwa “Ya, disanalah aku mendengar seruan ini untuk pertama kalinya dalam hidupku.” ungkapnya.
Kemudian dia berseru dalam bahasa inggris tanpa sadar, “Wahai Tuhan yang Maha Suci, Ya Tuhan, benar aku ingat bahwa disanalah, dipermukaan bulan itu aku dengar seruan itu untuk pertama kalinya dalam hidupku, dan disini, di Kairo, aku mendengarnya di bumi.”
Kemudian dia membaca sesuatu dan berusaha untuk kembali tidur, tetapi dia tidak bisa, diambilnya sebuah buku dari dalam tasnya dan mulai membacanya untuk merintang waktu hingga pagi menjelang, dia membaca tetapi pikirannya melayang entah kemana dan dia sama sekali tidak mengerti isi buku yang dibacannya.
Dalam hati dia berharap untuk mendengar lagi seruan itu. Hingga pagi dia membaca seperti itu dengan harapan akan kembali mendengar suara adzan, tetapi seruan yang ditunggu tidak kunjung terdengar.
Akirnya dia bangkit dan pergi ke kamar kecil dan mencuci mukanya, dengan cepat ia turun ke ruang makan untuk sarapan. Setelah itu dia pergi bersama sekelompok wisatawan untuk berkeliling, sementara itu seluruh panca ineranya dia pasang untuk menantikan saat dimana dia akan kembali mendengar lantunan seruan yang menggugahnya itu. Dia ingin meyakinkan dirinya sebelum memberitahukan wisatawan yang lain akan hal penting ini.
Kemudian rombongannya memasuki sebuah Museum Fir’aun dan di saat itu ia kembali mendengar kumandang adzan yang mengalun merdu dengan irama yang indah dari sebuah pengeras suara di museum. Neil meninggalkan rombongannya dan berdiri disamping pengeras suara itu sambil memperhatikan dengan seksama, di pertengahan adzan dia berseru memanggil temannya, “ hei, kesini, dengarkan seruan ini”.
Teman-temannya datang menghampiri dengan heran. Ketika salah seorang kelihatan akan berbicara, Neil memberi isyarat kepadanya agar diam dan mendengarkan seruan itu. Barulah setelah adzan selesai, Neil bertanya kepada mereka, “apakah kalian mendengarnya?”
“ya”, jawab mereka.
“tahukah kalian dimana aku pernah mendengarnya sebelum ini? Aku mendengarnya di permukaan bulan pada tahun 1969.”
Berserulah teman dekatnya, “Mr. Armstrong, mari kita kesana untuk bicara sebentar.” Kemudian mereka berdua pergi ke salah satu sudut & mulai bercakap-cakap tentang perasaannya yang aneh.
Tak lama kemudian Neil meninggalkan rombongannya dan mencegat taxi untuk pulang ke hotel, diwajahnya terlihat kemarahan dan emosi yg berkecamuk. “Bagaimana mungkin dia berkata bahwa aku mengada-ada dan aku telah gila?” pikirnya.
Neil berdiri di kamarnya selama dua jam sambil berbaring di atas ranjang sambil menunggu-nunggu suara adzan kembali, dan saat itu terdengarlah adzan Ashar.
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Neil bangkit dari posisinya, berdiri lalu membuka jendela dan untuk kesekian kalinya memperhatikan seruan itu, kemudian dia berseru, “tidak,aku belum gila, aku tidak gila, aku bersumpah demi Tuhan bahwa inilah yang aku dengar di permukaan bulan.”
Neil turun ke ruang makan agak terlambat agar tidak bertemu dengan temannya.
Sampailah ketika hari liburnya berakhir, Neil beserta wisatawan lain akan pulang ke Amerika….
Neil sengaja menghindari semua teman-teman seperjalannya, hingga mereka kembali ke Amerika.
Di Amerika Neil berusaha mendalami agama Islam, disaat itu ia mulai tertarik dengan Islam. Akhirnya, beberapa bulan kemudian, ia mengumumkan keislamannya, dan mengungkapkannya dalam suatu wawancara bahwa ia menyatakan masuk islam karena dia telah mendengar kumandang adzan dengan telinganya sendiri di permukaan bulan.
Asyhadu an laa ilaaha illallaah…
Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah…
Tetapi tak lama kemudian datanglah sepucuk surat dari NASA, berisi keputusan tentang pemecatannya dari pekerjaannya. Pendeknya NASA berlepas diri dan tidak mau membantu astronot yang pertama mendarat di bulan itu, karena dia menyatakan diri masuk Islam, dan menyangkal tentang terdengarnya adzan di permukaan bulan.
Neil Armstrong berseru dalam sebuah majalah mempertanyakan pertanggung jawaban mereka perihal keputusan pemecatannya, “Memang aku kehilangan pekerjaanku, tetapi aku menemukan Allah”

================================================== ========
wah wah , gag disangka ya , keajaiban ada dimana mana
================================================== ========

minta :cendolbig::cendolbig:
sumber in my blog : Rifz Blog