| Ditulis Oleh Administrator | |
| Senin, 29 Maret 2010 | |
| Kaya akan keindahan. Itulah kalimat yang sering kita dengar untuk menggambarkan alam Indonesia. Karena memang keindahannya tidak hanya tertuang pada permukaannya saja, namun juga tersimpan sampai bawah laut. Di kepulauan Wakatobi, surga pesona alam bawah laut yang menakjubkan itu dapat kita nikmati di Indonesia. Kepulauan Wakatobi yang kaya akan keanekaragaman hayati dan terumbu karang menempati prioritas tertinggi di Indonesia maupun dunia. Wakatobi merupakan Kawasan Perlindungan Laut sepanjang pesisir tenggara Sulawesi yang keindahan sumber daya alam lautnya bernilai tinggi, baik jenis dan keunikannya. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim nama empat pulau besar di kepulauan sebelah tenggara Sulawesi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko) yang telah dibangun Taman Nasional dengan luas area 1,39 juta hektar. Kedalaman airnya yang bervariasi mencapai 1.044 meter untuk bagian terdalamnya dengan permukaannya berselimutkan pasir dan karang. Kekayaan jenis biota yang mempunyai habitat di kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia ini juga bermacam-macam. Seperti ikan yang mencapai 93 jenis; diantaranya argus bintik, takhasang, pogo-pogo, napoleon, sampai hiu. Lalu ada beberapa jenis burung laut seperti angsa-batu coklat, cerek melayu, dan raja udang erasia. Terdapat juga tiga jenis penyu yaitu penyu sisik, penyu tempayan, dan penyu lekang. Jika beruntung, para turis dapat menyaksikan iringan lumba-lumba berenang dari atas kapal. Masyarakat aslinya - suku laut atau suku Bajau, juga tak kalah menarik budayanya yang terkenal banyak pelaut tangguhnya. Suku Bajau merupakan suku satu-satunya di Asia Tenggara yang masih mempunyai kebudayaan berperahu tradisional. Kehidupan sehari-harinya sangatlah unik untuk diperhatikan, seperti beberapa kampungnya yang didirikan di atas laut dan kebiasaannya menombak ikan dengan menyelam ke dasar laut tanpa peralatan. Wisata laut modern seperti menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah, dan wisata budaya juga ditawarkan oleh resort-resort setempat. Saat ini arus kunjungan wisata telah mencapai 3.000 sampai 5.000 orang pertahunnya dengan didominasi turis asal Eropa dan Amerika. Surga laut kepulauan Wakatobi merupakan salah satu pendukung sektor pariwisata Indonesia yang memang perlu kita lindungi keindahan alamnya, serta kembangkan fasilitasnya tanpa mengganggu keaslian budaya dan ekosistemnya yang sudah ada. |
Modernisasi membawa berbagai macam pembangunan (sebagian mengatakan pembangunan yang berlebihan) ke Jakarta, sementara pariwisata Bali kembali hidup setelah sempat hancur ketika ledakan bom 2002 lalu. Ada juga pegunungan seperti Bromo dan Borobudur yang mistis bagi pencari berbagai jenis atraksi, selain juga 6.000 pulau berpenghuni.
Tidak mengherankan bila Indonesia menawarkan berbagai macam festival yang sangat khas menonjolkan budaya mereka, mencerminkan keragaman etnis dan tradisi dari berbagai bagian nusantara. Anda akan menemukan keragaman itu dalam enam festival khas Indonesia ini, mulai dari perayaan seni, batik, tarian dan upacara. Jika mungkin, Anda bisa menyaksikan salah satu festival ketika berkunjung ke Indonesia!
Festival Krakatau
Festival Krakatau adalah festival tahunan yang diselenggarakan di Lampung, diadakan untuk merayakan pulau vulkanik bernama sama, Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada 1927, letusan itu kemudian menghasilkan pulau-pulau kecil baru, yang diberi nama Anak Krakatau.Selama festival, pengunjung dapat menikmati berbagai macam pertunjukkan seperti Karnaval Tuping (Karnaval Topeng Lampung), atraksi gajah serta berbagai macam tarian dari Lampund dan kota sekitarnya. Akhir dari rangkaian acara ini adalah kunjungan ke pulau vulkanik itu, masih aktif tetapi sedang tidur lelap. Untuk sementara!
Festival Kesenian Bali
Salah satu perayaan seni budaya tahunan terbesar di Indonesia, Festival Seni Bali selalu penuh sesak. Selama sebulan penuh, berbagai pertunjukan seni, pameran, dan aktivitas budaya lainnya akan berlangsung di seluruh Bali, menawarkan tarian, musik dan keindahan budaya mereka.Perayaan terkenal itu menampilkan pertunjukan seperti tarian tradisional yang sudah hampir terlupakan, jejak dari daerah terpencil di Bali, makanan, kerajinan tangan, serta kreasi baru dari sekolah-sekolah tari di Denpasar dan koreografi kontemporer dari seniman nasional dan internasional.
Karnaval Batik Solo
Sejak zaman dahulu, tradisi batik selalu memiliki akar yang sangat kuat di Solo. Kotadi Jawa Tengah itu bahkan telah menjadikan batik sebagai ikon dan identitas, sebuah gambaran tepat dari kota yang terkenal karena keindahan kerajaannya dan kehalusanperilaku. Karnaval Batik Solo diadakan untuk memperkuat tradisi itu, dan untuk mempromosikan batik pada skala nasional dan internasional.
Acara ini adalah kombinasi upacara, pagelaran busana dan karnaval, semuanya menggunakan batik sebagai tema. Akan ada juga bazar yang menawarkan berbagai macam batik dan suvenir unik Solo.
Festival Musik Etnik Internasional Solo
Salah satu festival terbaru dari Solo adalah Solo International Ethnic Music (SIEM) Festival, yang berfokus pada pertunjukan dan perayaan musik etnis. Ajang ini adalah suatu platform unik bagi kolaborasi antara musik modern dan etnis, seniman lokal daninternasional.
Daftar panjang para penampil termasuk seniman Minangkabau, Riau, Yogyakarta, Surabaya, Papua, Kalimantan, dan bahkan seniman asing dari Jepang, Australia, India, Selandia Baru dan banyak lainnya.
Gerebeg Mulud
Dalam bahasa Jawa, gerebeg berarti kerumunan orang dan mulud adalah salah satu nama bulan di kalender Jawa. Perayaan itu, juga dikenal dengan nama Sekaten, untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Prosesi itu berlangsung seharian dan 'menampilkan' dua pertunjukan gamelan yang diarak menuju Mesjid Agung.Pada malam hari akan ada pasar di sebelah utara kota untuk menambah kemeriahan kota, tempat yang tepat untuk mencoba berbagai makanan Jawa dan Yogyakarta serta untuk berburu suvenir.
Festival Lembah Baliem
Festival khas Papua ini berakar kepada kepercayaan suku-suku lokal bahwa perang bukan hanya konflik keuasaan dan kepentingan, tetapi juga simbol kesuburan dan kemakmuran. Sejak 20 tahun lalu, pemerintah daerah telah menekankan pentingnya perdamaian antara suku-suku yang berperang untuk mencegah balas dendam berkepanjangan dan hilangnya nyawa. Jadi, Festival Lembah Baliem adalah suatu acara yang diadakan untuk menggantikan perang antar suku itu.Seperti yang bisa Anda tebak, acara utama adalah perang-perangan antar suku. Bayangkan lebih dari 20 suku berbeda dengan masing-masing 30 hingga 50 orang mengenakan pakaian tradisional, membawa tombak, busur, panah dan parang! Ada juga pertunjukan dan sejumlah atraksi lain, seperti permainan tradisional setempat, tarian, serta masakan lokal.
Nikolas Tjhin adalah editor Unearthing Asia, zine perjalanan yang berfokus pada gaya hidup, budaya, dan atraksi seputar Asia. Cek edisi terbaru kami, pengunjung bisa mengunjungi situs daring bahkan mengunduhnya.
